bilad’s Blog


Tak Ada Koalisi untuk Rakyat
May 31, 2009, 1:27 pm
Filed under: Short Article | Tags:

Tak Ada Koalisi untuk Rakyat

Pasti sudah, bahwa ada tiga pasangan capres-cawapres  yang akan bertarung pada Pilpres 8 Juli mendatang: SBY-Boediono (SBY Berbudi), Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win), dan Mega-Prabowo (Mega-Pro).  Ketiganya terbentuk dari hasil fusi partai-partai besar peserta pemilu legislatif April kemarin.

Satu hal yang menarik dari ketiga pasangan capres-cawapres itu adalah, ketiganya mengusung platform pembangunan ekonomi.  Pasangan Mega-Pro mengusung ekonomi kerakyatan dan JK-Win mengusung kemandirian ekonomi. Sedangkan SBY Berbudi menonjolkan upaya memparipurnakan pembangunan ekonomi ala SBY yang “belum selesai”.

Sejak dulu, dengan jargon apapun ekonomi dan rakyat memang merupakan dua tema komplementer yang tak terpisahkan dan selalu paling menarik untuk “didagangkan” dalam setiap kampaye pemilu. Apalagi saat ini negara sedang dihadapkan pada krisis ekonomi yang telah banyak melanda banyak negara di dunia.

Akan tetapi, apakah pasangan capres-cawapres kita itu benar-benar memiliki perangkat pembangunan ekonomi yang riil atau hanya sebatas jargon kosong untuk menarik simpati rakyat? Saya cenderung meragukan jargon-jargon dari ketiga pasangan tersebu, paling tidak dengan dua asalan. Pertama, ketiga capres itu adalah orang-orang yang telah diuji kinerjanya di pemerintahan dan hasilnya tidak cukup membanggakan. Saat menjadi presiden 2001-2004, Megawati tidak mampu menyelesaikan permasalahan dasar negara dan banyak menorehkan catatan tidak populis: KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) tetap merajalela, kemiskinan masih menggurita, tragedi dan kerusuhan terjadi di banyak tempat, penjualan perusahaan-perusahaan negara kepada asing seperti Indosat dan Telkomsel. Padahal jargon politik yang diusung partainya waktu itu adalah “Partainya Wong Cilik”.

Sementara itu kepemimpinan SBY dan JK dari 2004 hingga sekarang tidak memberikan peningkatan berarti dalam hal pembangunan ekonomi secara mikro. Perbaikan berjalan sangat lamban dan bahkan dalam beberapa hal dinilai lebih buruk dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah pengangguran, kenaikan harga BBM dan sembako, dan tingginya fluktuasi angka kemiskinan.

Kedua, hingga saat ini ketiga pasangan capres-cawapres tersebut belum menjabarkan secara riil gagasan pembangunan ekonominya. Sebuah gagasan pembangunan ekonomi tentu dihasilkan dari pemikiran, pengamatan dan pengkajian mendalam mengenai permasalahan ekonomi baik oleh mereka sendiri maupun bersama tim ekonomi dari partai masing-masing. Selama ini mereka hanya disibukkan oleh upaya-upaya pemenangan pemilu dan kursi kepresidenan, atau menghujat langkah-langkah ekonomi pemerintah incumbent – dan hanya sekedar hujatan. Sebaliknya, capres-cawapres yang saat ini memerintah disibukkan mengobral capaian-capaian pembangunannya dan menutupi kegagalan-kegagalannya yang (mungkin) jauh lebih banyak. Ditambah lagi dengan menjalin koalisi, mereka pun tentu harus merombak gagasan-gagasan pembangunan ekonominya (itu pun jika punya) sesuai dengan kontrak politik saat pembentukan  koalisi partai dan pencalonan dirinya sebagai capres-cawapres.

Dua alasan ini kemudian membuat saya ragu akan kesungguhan niat mereka untuk memperebaiki nasib bangsa ini. Mereka masih memperlakukan rakyat dengan kondisi ekonominya yang lemah layaknya anak kecil, yang mudah dirayu dan dipengaruhi. Padahal, permasalahan ekonomi yang berkelindan dengan segala kompleksitas persoalan bangsa mustahil dihadapi dengan koalisi pragmatis, karena selalu  terbentur pada kontrak politik saat pembentukan koalisi terkait wewenang dan pembagian kekuasaan. Pemerintahan SBY-JK menjadi bukti betapa pemerintahan hasil koalisi selalu dibayang-bayangi oleh persaingan peran dan popularitas antara presiden dan wakil presiden guna menyongsong pemilu berikutnya. Nasib rakyat akan selamanya terpuruk di bawah prosedur pemilihan pemimpin semacam ini.

Cecep Zakarias El Bilad

Selasa, 19 Mei 2009.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: