bilad’s Blog


Polisi Berkalung Surban
April 27, 2009, 4:09 pm
Filed under: Short Article | Tags:

Polisi Berkalung Surban

Seorang teman nyeletuk saat naik sepeda motor berboncengan dengan saya, “Polisi. Tidurnya saja bikin dongkol, apalagi terjaga!” Sekilas ucapan itu lucu dan membuat saya tertawa. Tapi di balik itu, ada pesan mendalam yang saya tangkap dari kalimat itu yang mungkin tak disadari teman saya itu.

Ucapan itu tidak keluar begitu saja. Itu adalah satu bentuk kekecewaan atau mungkin kejengkelan si pengucap itu kepada polisi. Dia mungkin pernah mendapat pengalaman buruk dengan polisi atau mungkin sering kali mendengar hal-hal negatif tentang polisi secara individu maupun institusional. Saya pun dan mungkin anda, ketika mendengar ucapan itu langsung dapat menangkap maksudnya dan mengamininya. Itu adalah kalimat mengandung kesan beraduk: lucu, dendam, kecewa, jengkel, sentimen.

Ucapan itu adalah sebuah teguran bagi polisi dan lembaga kepolisian. Survey yang menyebutkan kepolisian sebagai salah satu lembaga terkorup, misalnya, adalah berita yang sangat menohok hati rakyat. Belum lagi pelayanan yang ogah-ogahan terhadap rakyat biasa/miskin yang membutuhkan yang sering kali terjadi. Dan juga “permusuhan” antara polisi dan para pengendara sepedamotor/mobil di jalan. Semuanya seolah menjadi pembenaran ucapan teman saya itu.

Oleh karenanya, apa yang dilakukan oleh Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam adalah hal yang unik. Kapolda baru ini sangat religius: dengan bersurban dia kerap  berkeliling ke masjid-masjid, mengajak bawahan-bawahannya melakukan shalat berjamaah dan memberikan ceramah agama. Lepas dari sentimen keagamaan, upaya Kapolda itu adalah sebuah terobosan baru peningkatan profesionalisme polisi dengan pendekatan religius. Selama ini, pendekatan baku di Indonesia belum mampu melahirkan aparat keamanan yang benar-benar mengabdi kepada masyarakat, sehingga pendekatan religius seperti itu adalah layak untuk dilakukan.

Menggugah dan meningkatkan religiusitas polisi akan menumbuhkan kesadaran akan posisinya yang esensial di tengah masyarakat. Polisi adalah pekerjaan yang sangat mulia dalam pandangan Islam dan agama-agama lain, karena tugasnya adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan begitu, profesionalisme polisi dilakukan bukan semata-mata karena materi, tetapi juga karena kesadaran religius mengharapkan ridha Tuhan Yang Maha Esa. Dari situ maka akan ada harmonisasi hubungan antara polisi dan masyarakat. Masyarakat tunduk pada aturan dan tatatertib bukan lagi karena takut, tapi karena hormat pada para penjaga aturan dan tatatertib itu, yaitu aparat kepolisian.

Cecep Zakarias El Bilad

25 Maret 2009.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: