bilad’s Blog


Politik Islam dan Kerinduan Spiritual
March 8, 2009, 11:48 pm
Filed under: Short Article | Tags:

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Politik Islam dan Kerinduan Spiritual

Satu lagi wakil rakyat digelandang KPK. Kali ini adalah seorang anggota DPR dari Fraksi Amanat Nasional, Abdul Hadi Jamal. Fraksi DPR dari sebuah partai yang lahir dari salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia. Abdul Hadi Jamal ditangkap karena diduga korupsi.

Sebelumnya, ada dua anggota DPR dari partai berbasis Islam yang ditangkap karena korupsi, yaitu Al Amin Nasution dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Bulya Royan dari Partai Bintang Reformasi (PBR). Walaupun ketiga partai ini tidak semuanya berasaskan Islam, tapi setidaknya ketiga-tiganya lahir dari rahim dua kelompok Islam mainstream di Indonesia. Secara tidak langsung kasus ini menampar kedua ormas Islam tersebut. Selanjutnya menampar Islam itu sendiri sebagai agama.

Orang akan pesimistis terhadap partai-partai Islam: partai-partai Islam pun tak ada bedanya dengan partai-partai nasionalis-sekuler. Bahkan partai A yang nasionalis-sekuler lebih bersih dari pada partai B yang Islam. Padahal, di tengah kondisi bangsa yang kritis akibat krisis ekonomi, politik dan moralitas, partai-partai Islam atau yang berbasis Islam seharusnya menjadi alternatif. Karena partai-partai tersebut lahir dari semangat keagamaan yang masih dinilai suci bagi masyarakat Indonesia. Apalagi partai-partai tersebut mendapat dukungan dari tokoh-tokoh agama yang menjadi panutan masyarkat.

Kerinduan spiritual tengah terjadi di masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari munculnya aliran-aliran sesat Islam, fenomena dukun cilik Ponari, serta merebaknya tayangan-tayangan mistis dan religious di layar TV. Ini adalah tantangan bagi para elit agama, ulama, tokoh, politisi, intelektual, untuk mengobati kerinduan spiritual tersebut. Karena fenomena ini menunjukkan kegagalan para elit agama tersebut dalam mengayomi umatnya. Bahkan mereka nampak lebih respon terhadap permasalahan politik daripada mengobati kerinduan spiritual umatnya. Walaupun merespon, itu sebatas kecaman, himbauan atau fatwa, bukan langkah konkrit dan komprehensif.

Partai-partai Islam merupakan wadah aspirasi politik umat Islam yang nantinya berpengaruh pada berbagai sendi kehidupan umat ketika partai-partai itu berkuasa. Apa jadinya bila partai-partai itu tersangkut kasus-kasus memalukan dan menyayat hari rakyat? Dengan demikian, mereka telah menghianati umat Islam dan rakyat pada umumnya. Umat akhirnya kehilangan harapan. Islam tidak akan menjadi penawar kerinduan spiritualitas masyarakat. Bukan karena kelemahan agama Islam, tetapi karena kegagalan para elitnya menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat secara menyeluruh.

Oleh karenanya, bila memang politik dianggap sebagai wilayah strategis untuk memperbaiki kehidupan rakyat,yang selanjutnya akan mempermudah menyampaikan pesan-pesann Islam, partai-partai Islam harus benar-benar menjadi pilihan alternatif. Mereka harus memberikan jaminan berupa program-program pemerintahan yang adil, dan komitmen para elitnya terhadap kualitas dan moralitas.

Oleh. Cecep Zakarias El Bilad

5 Maret 2009 / 8 Robi’ul Awal 1430.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: