bilad’s Blog


TINGKAH WAKIL RAKYAT
March 4, 2009, 11:37 pm
Filed under: Short Article | Tags:

TINGKAH WAKIL RAKYAT

Sudah sering para legislator membuat hati rakyat geregetan. Reformasi telah menyibakkan tirai yang menutupi segala tingkah bobrok para anggota dewan di DPR. Kebiasaan buruk sewaktu kuliah, yaitu “titip absen”, masih melekat dalam diri mayoritas para anggota dewan. Tidak hanya itu, masih banyak lagi perilaku tak layak yang dilakukan mereka di ruang sidang, seperti tertidur pulas, merokok, sms-an atau bertelepon genggam, membaca koran, atau cekakak-cekiki-an dengan teman di samping.
Parahnya, perilaku semacam itu tak mengenal batas teritorial. Seperti banyak diberitakan di surat kabar, saat mengunjungi negara lain pun, di depan atau di antara para pejabat negara bersangkutan, mereka tidak bisa menyembunyikan aib mereka itu. Tentu saja perbuatan seperti itu merendahkan bangsa dan negara kita. Nama baik bangsa kita terpuruk di mata dunia oleh tingginya tingkat korupsi, pengrusakan alam, kemiskinan, pornografi. Kini ditambah lagi dengan moral para wakil rakyatnya yang rendah.
Bagaimana dengan para anggota dewan di DPRD? Tidak beda jauh. Bahkan mungkin lebih parah lagi, karena mereka jarang sekali diekspos media. Rakyat bisa menilai sendiri saat berkunjung ke kantor DPRD. Banyak dari mereka pada jam kerja terlihat santai, merokok, membaca koran, pulang-pergi naik becak, bercengkrama.
Pemilu tinggal beberapa minggu lagi. Rakyat dihadapkan pada pilihan yang menentukan nasib lima tahun ke depan. Seperti para caleg yang gambarnya tersebar di setiap sudut kota dan desa dengan janji-janji dan potret yang manis, para anggota dewan yang moralnya bobrok itu pun dulunya melakukan hal yang sama. Setelah terpilih, mereka melenggang di gedung ber-AC milik rakyat. Jadi, bagaimana kita mengetahui kalau kapasitas mereka mumpuni, bermoral dan peduli pada nasib rakyat, sementara wajah mereka pun baru kali ini kita lihat di poster atau baligo di pinggir-pinggir jalan? Tanpa program, tanpa biodata, tanpa karya. Hanya secuil janji dan senyum. Haruskah kita memilih? Tak ada jaminan atau pun tanda-tanda mereka akan lebih baik.

Cecep Zakarias El Bilad
3 Maret 2009


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: